irmanfrdev.com

Cara Mengetahui Nilai Bobot Dari Metode SAW

Terakhir diupdate 25 May 2019

Jika anda sedang melakukan penelitian dengan tema Sistem Pendukung Keputusan (SPK) metode Simple Additive Weighting (SAW), pasti ketemu dengan yang namanya bobot. Bobot ini biasanya digunakan pada setiap kriteria maupun subkriteria.

Bobot ini biasanya bernilai angka dan cara menentukannya beda-beda, tergantung dari referensi yang diambil.

Memang untuk mengetahui nilai bobot dari metode SAW ini tidak ada aturan khusus (pakem) berapa nilai yang harus digunakan.

Semua bilangan asalkan itu dalam bentuk angka, bisa digunakan untuk bobot pada metode SAW.

Misalnya, bisa menggunakan bobot dari 1 sampai 5, atau dari 10 sampai 100, atau bahkan dari 0 sampai 1. Semuanya bisa digunakan.

Contoh lagi, ada kriteria berikut ini:

  1. Kriteria Jarak, bobot 40
  2. Kriteria Biaya, bobot 30
  3. Kriteria Kualitas Pengajar, bobot 20
  4. Kriteria Fasilitas, bobot 10

Dari bobot kriteria tersebut, kalau dijumlahkan semuanya bernilai 100. Nah, berarti nanti hasil perhitungannya maksimal akan bernilai 100.

Kalau misal bobot yang digunakan bernilai dari 0 sampai 1, maka hasil perhitungannya maksimal akan bernilai 1.

Jadi, tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan, kalau hasilnya butuh dibuat persentase, maka bobot dari mulai 0 sampai 100 bisa digunakan.

Tapi, bobot dengan nilai 0 sampai 1 pun masih bisa dibuat persentase, tinggal hasilnya nanti dikalikan 100.

Kesimpulannya, bobot kriteria pada metode SAW bisa menggunakan bilangan berapa pun, tapi kebanyakan dari referensi yang saya temukan, rata-rata menggunakan bobot antara 0 sampai 1. Jadi hasilnya nanti akan berupa nol koma.

Semoga bermanfaat.

comments powered by Disqus