Cara Menentukan Benefit dan Cost pada Metode SAW

Beberapa waktu lalu saya sempat mempelajari metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini merupakan salah satu metode yang ada di sistem pendukung keputusan (SPK).

Disitu saya ketemu dengan istilah benefit (keuntungan) dan cost (biaya) pada saat akan menentukan kriteria-kriteria yang akan digunakan.

Setiap kriteria di metode SAW memang harus dimasukkan atau dikategorikan kedalam 2 tipe yaitu benefit dan cost. Nah, disini saya akan menjelaskan hal yang saya lakukan untuk menentukan kriteria mana yang masuk kedalam kategori benefit atau cost.

Kriteria Tipe Benefit

Sebetulnya, untuk menentukan kriteria mana yang masuk kedalam tipe benefit cukup mudah dilakukan.

Caranya adalah tinggal jawab saja pertanyaan ini, “Apakah kriteria ini mempunyai nilai yang jika lebih besar maka lebih baik?”

Kalau jawabannya iya, maka kriteria tersebut masuk kedalam kriteria tipe benefit.

Contohnya adalah, misal terdapat kriteria Nilai Mahasiswa, dan subkriteria nya adalah:

  1. Nilai A = bobot 40
  2. Nilai B = bobot 30
  3. Nilai C = bobot 20
  4. Nilai D = bobot 10
  5. Nilai E = bobot 0

Nah kalau dilihat dari kriteria tersebut, tentu nilai (bobot) yang lebih besar maka lebih baik kan? Jadi, kriteria Nilai Mahasiswa ini termasuk kedalam kriteria tipe benefit.

Kriteria Tipe Cost

Kalau tipe cost, kebalikannya dari tipe benefit. Cara menentukan kriteria mana yang masuk kedalam tipe cost, tinggal jawab saja pertanyaan ini:

“Apakah kriteria ini mempunyai nilai yang jika lebih kecil maka lebih baik?”

Contohnya terdapat kriteria Uang Semester per Bulan, dengan subkriteria sebagai berikut:

  1. 4.000.000 = bobot 40
  2. 3.000.000 = bobot 30
  3. 2.000.000 = bobot 20
  4. 1.000.000 = bobot 10

Kalau melihat dari kriteria tersebut, tentu kita ingin Uang Semester yang lebih kecil kan? Artinya kriteria ini mempunyai kecenderungan semakin kecil nilainya maka semakin baik.

Jadi, kriteria ini masuk kedalam tipe cost.

Tapi, jika kondisinya seperti ini:

  1. 4.000.000 = bobot 10
  2. 3.000.000 = bobot 20
  3. 2.000.000 = bobot 30
  4. 1.000.000 = bobot 40

Kalau diperhatikan, bobotnya dibalik dari yang sebelumnya. Jadi uang semester paling kecil, nilai bobotnya paling besar.

Jika kondisinya seperti ini, maka kriteria ini masuk kedalam tipe benefit (semakin besar nilai bobotnya, semakin baik). Karena disini kondisinya uang semester paling kecil tapi nilai bobotnya paling besar.

Kira-kira seperti itulah cara menentukan kriteria mana yang masuk kedalam tipe benefit ataupun tipe cost pada metode SAW.

Komentar